Azab Untuk Wanita Yang Meratapi Mayit

Azab Untuk Wanita Yang Meratapi Mayit

September 27, 2018 0 By maya

Azab Untuk Wanita Yang Meratapi Mayit – Wanita diciptakan lemah, kurang akal dan juga bengkok. Ini semua terbukti dengan perasaan mereka yang kadang kala berlebihan dalam segala sesuatunya, salah satunya saat mereka kehilangan atau ditinggal mati orang tercintanya.

Ya, dalam beberapa kesempatan kita jumpai sebagian wanita meratapi kepergian orang tercintanya. Padahal dalam Islam, kita tidak boleh meratapi mayit karena hal itu menunjukkan ketidak ridhoan kita atas takdir.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

النَّائِحَةُ إِذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ

“Seorang wanita yang meratapi mayit jika tidak bertaubat sebelum mati maka pada hari kiamat ia akan dibangkitkan dengan memakai pakaian dari ter dan baju tameng dari kudis.” [HR. Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu’anhu]
Sahabat yang Mulia Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu’anhu berkata,

إِنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم بَرِئَ مِنَ الصَّالِقَة وَالْحَالِقَةِ وَالشَّاقَّةِ

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berlepas diri dari wanita yang meraung-raung, memotong rambut dan mencabik-cabik pakaian ketika ditimpa musibah.” [HR. Muslim]

Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata,

والنياحة هي رفع الصوت بالبكاء على الميت. وقال ﷺ: أنا بريء من الصالقة والحالقة والشاقة

“Meratapi mayit adalah menangisi mayit dengan suara keras, dan Nabi shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda: Aku berlepas diri dari wanita yang meraung-raung, memotong rambut dan mencabik-cabik pakaian ketika ditimpa musibah.” [Majmu’ Al-Fatawa, 9/338]

Semoga Allah menyadarkan kita akan setiap takdir dan bagaimana kita menyikapinya.

Sumber: inspirasidata