Bahayanya Percaya Ramalan

Bahayanya Percaya Ramalan

September 26, 2018 0 By maya

Bahayanya Percaya Ramalan

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” [Al An’aam: 59]
Berdasarkan ayat Al-Qur’an di atas, jelaslah bahwa umat Islam harus mendasarkan keyakinannya bahwa semua yang terjadi pada dirinya, baik yang sudah maupun yang akan terjadi, hanyalah berdasarkan takdir dan kehendak Allah SWT. Tidak ada mahluk lain yang ikut ‘mengatur’ nasib manusia bersama Tuhan Yang Maha Kuasa! Orang yang percaya bahwa sesuatu terjadi karena zodiak, ramalan dukun, ramalan di internet atau sms, dll, adalah berdosa.

Tentang adanya dosa tersebut dijelaskan Nabi Muhammad SAW dalam empat hadits berikut ini:
1.  “Barangsiapa yang mendatangi seorang peramal lalu mempercayai apa yang diramalkan, maka ia telah kufur terhadap wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam .” (HR. Tirmidzi No. 135, Abu Dawud No. 3904, Ibnu Majah No. 639 dan Ahmad No. 9252)
2. “Barangsiapa yang mendatangi seorang peramal lalu menanyakan kepadanya tentang satu ramalan, maka tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh malam.” (HR. Muslim 2230)
3. “Barangsiapa membatalkan maksud keperluannya karena ramalan mujur-sial maka dia telah syirik kepada Allah.” Para sahabat bertanya, “Apakah penebusannya, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah: “Ya Allah, tiada kebaikan kecuali kebaikanMu, dan tiada kesialan kecuali yang Engkau timpakan dan tidak ada Tuhan kecuali Engkau.” (HR. Ahmad)
4. “Ramalan mujur-sial adalah syirik. (Beliau mengulanginya tiga kali) dan tiap orang pasti terlintas dalam hatinya perasaan demikian, tetapi Allah menghilangkan perasaan itu dengan bertawakal.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits no 4 diatas, Rasulullah menyatakan bahwa ‘tiap orang pasti terlintas dalam hatinya perasaan demikian…’ Begitulah. Hampir setiap orang pernah membaca, mendengar atau meminta ramalan ttg sesuatu hal. Termasuk juga saya sendiri dulu. Namun kini saya telah bertaubat, dan setiap ada acara ramal-meramal di radio, TV ataupun koran dan majalah, pasti saya hindari. Kita harus yakin bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendak Allah SWT semata. Atur hati agar tidak terpengaruh ramalan. Caranya adalah dengan bertawakal kepada Allah SWT semata, seperti hadits Rasulullah di atas. Kalau tidak, kita bisa terjerumus dalam hal-hal yang berbahaya.

Mengapa berbahaya? Pertama, melemahkan iman kepada Allah SWT dan merusak akidah kita. Kedua, secara psikologis berpengaruh pada perilaku manusia. Bu Leni mendengar dan melihat hal-hal seperti ini sendiri. Contoh:

  • Seorang pemuda menjadi nekat mengejar cinta seorang wanita karena percaya ramalan bahwa secara perhitungan tanggal lahir, dll, si wanita itu cocok baginya. Ketika wanita yang telah terikat hatinya dengan orang lain itu menolaknya, maka dia menggunakan segala cara untuk mendapatkannya, baik halal maupun haram. Muslimah itu lalu berdoa kepada Allah SWT untuk mendapat pertolongan. Syukurlah akhirnya Allah SWT menunjukkan jalan keluar yang terbaik. Pemuda tersebut jatuh cinta pada wanita lain yang lebih cantik dan sesuai untuknya, setelah usahanya yg tak kenal lelah selama bertahun-tahun tidak membuahkan hasil. Semoga pemuda itu bertaubat dan berbahagia.
  • Pernah Bu Leni iseng-iseng mengisi ‘lovemeter’ disebuah situs. Yaitu mengukur kecocokan pasangan dengan mengetikkan nama. Sungguh mengagetkan! Beberapa pasangan yang Bu Leni kenal, yang telah jelas berjodoh dan menikah bertahun-tahun dengan bahagia, hanya mendapat persentase dibawah 10 % kecocokan! Jelas, ‘lovemeter’ semacam ini menyesatkan.

Tingalkan Ramalan

Kepada peramal, dimana pun Anda berada. Sampai kapan Anda bisa bertahan hidup dari hasil ramalan? Anda sendiri tidak rahu, kapan ajal Anda datang? Kalau Anda mengaku sebagai seorang muslim, segeralah berhenti dan bertaubat. Masih banyak profesi lain yang halal untuk menghidupi keluarga kita. Semakin banyak orang yang percaya kepada ramalan Anda, maka semakin banyak pula dosa yang Anda dapatkan.

Kepada para pengguna jasa ramalan. Segeralah berhenti. Sebelum Allah mengakhiri hidup Anda, dan Allah bertanya tentang apa yang telah Anda lakukan di dunia. Jangan sepelekan dosa syirik, karena dosa itulah yang mengantarkan banyak orang ke neraka. Lantaran Allah tidak akan menampuninya. Gunakanlah HP dan pulsa yang Anda miliki untuk hal yang bermanfaat bagi dunia dan agama demi kehidupan akhirat yang abadi.

Bagi yang sudah kecanduan dengan ramalan, masih ada kesempatan untuk bertaubat. Sebelum terlambat dan pintu taubat tertutup. Seberapa pun banyaknya dosa kita, Allah akan mengampuninya jika kita betul-betul bertaubat kepada-Nya. Termasuk dosa syirik. Tapi kalau kita biarkan dosa itu sampai ajal tiba, maka dosa akan menjadi tiket dan kunci pembuka pintu neraka. Na’udzubillahi min dzalik.

Nasihat Ali bin Thalib

Kepada para pecandu jasa ramalan, baik yang via SMS atau via media lain, atau langsung ke peramalnya. Simaklah nasihat Ali bin Abi Thalib radhiyalloohu’anhu:

Wahai manusia, sesungguhnya peramal itu sama dengan tukang sihir, tukang sihir sama dengan dukun, dan dukun nasibnya sama dengan orang kafir, yaitu neraka sebagai tempatnya. Demi Allah, jika aku mendengar kamu menggunakan jasa ramalan, niscaya aku akan memenjarakanmu selamanya, dan aku boikot kebutuhanmu. Rasulullah tidak pernah memakai jasa peramal, begitu juga kami sebagai generasi setelahnya. Meskipun begitu, Allah telah memberi kemenangan kepada kami atas Kisra (Persi) dan Kaisar (Rumawi) serta negeri-negeri lain. Wahai manusia, bertawakkallah kalian kepada Allah dan percayalah akan kebesaran-Nya. Karena Dia akan mem-beckup-mu, sehingga kamu tidak perlu yan laini-Nya. ” (Kitab al-‘Azhomah: 4/ 1231, dan Kitab al-‘Azhomah: 4/ 1231).

Perkuat Tawakkal

Jika kita mengaku sebagai seorang mukmin, marilah kita pupuk rasa tawakkal kita kepada Allah. karena tawakkal itu sebagai bukti iman kita yan sebenarnya, “Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar sebagai orang yang beriman.” (QS. al-Maidah: 23). Semakin kuat iman seseorang, maka semakin kokoh tawakkalnya kepada Allah.
Tawakkal kita kepada Allah tidak boleh menafikan usaha dan ikhtiar. Kita diperintahkan oleh Allah untuk berusaha untuk meraih sukses hidup dengan maksimal. Hidup harus kita rencanakan, agenda harus kita susun, langkah harus kita planning sebaik mungkin. Datang ke peramal untuk menguak tabir nasib di masa depan termasuk ikhtiar yang dilarang syariat. Karena itu bisa mencederai, bahkan menafikan tawakkal kita kepada Allah. Cepat atau lambat, sadar atau tidak. Kita akan bertawakkal kepada peramal dan hasil ramalannya.

Jaga sikap tawakkal kita agar syetan tidak mudah menyetir dan mempermainkan hidup kita. Karena tawakkal kepada Allah secara benar akan menjadi benteng yang kokoh untuk mengahalau tipu daya syetan. “Sesungguhnya syetan itu tidak ada kekuasaanya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaan (syetan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya sebaai pemimpin dan atas orang-oran yang mempersekutukannya dengan Allah.” (QS. an-Nahl: 99-100).

Sumber: berandabuleni