Bersikap Jujur, Jauhi Dusta

Bersikap Jujur, Jauhi Dusta

September 14, 2018 0 By maya

Bersikap Jujur, Jauhi Dusta Adullah bin Mas’ud berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “kalian harus jujur karena sesungguhnya jujur itu menunjukkan kepada kebaikan dan kebaikan itu menunjukkan kepada surga. Seseorang senantiasa jujur dan berusaha untuk jujur sehingga ditulis disisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian dusta karena sesungguhnya dusta itu menunjukkan kepada keburukan dan keburukan itu menunjukkan kepada neraka. Seseorang senantiasa berdusta dan berusaha untuk berdusta sehingga ditulis disisi Allah sebagai seorang pendusta.” (HR. Muslim).

Bersikap jujur sangat penting. Kita sebagai seorang hamba hendaklah selalu berkata jujur. Karena kejujuran adalah sifat yang mulia dan bagian dari akhlak karimah yang wajib dimiliki oleh orang yang beriman dan menjadi orang yang bisa terpercaya karena kejujuran yang ia miliki.

Dan sebaliknya dusta adalah sifat tercela dan bagian dari sifat munafik yang harus dijauhi. Barangsiapa yang berusaha`untuk jujur dalam perkataan maka akan menjadi karakternya dan barangsiapa sengaja berdusta maka dusta menjadi karakternya. Karenanya jujurlah dan jauhi dusta.

“Tinggalkanlah perkara yang meragukanmu menuju perkara yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran adalah ketentraman, dan dusta adalah keraguan.” (HR. Tirmidzi).

Katakanlah kebenaran walau terkadang jujur itu pahit, tapi tetaplah untuk jujur dalam perkataan agar setiap ucapan kita terpercaya. Jujur hanya karena Allah. Ingin senantiasa mendapatkan ridhoNya. Berupaya untuk tunduk dan taat kepada Allah.

Dari Abdullah bin Amr ra. ia berkata: pernah dikatakan kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah!, manusia manakah yang paling utama?”

Rasulullah saw bersabda, “Semua orang yang makhmum al-qalb dan jujur lisannya,“

Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, kami telah mengetahui arti ‘jujur lisannya’, maka apa arti ‘makhmum al-qalb?”

Rasulullah saw bersabda, “Hati yang takwa, yang bersih, tidak ada dosa didalamnya. Tidak ada kejahatan, dendam dan dengki.” (HR. Ibnu Majah). Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat.

Sumber: islampos