Hati Hati Kalau Hati Keras Mungkin Lupa Mengingat Mati

Hati Hati Kalau Hati Keras Mungkin Lupa Mengingat Mati

April 24, 2018 0 By novi

Jika seseorang tahu memiliki sakit (penyakit fisik) pasti dia akan segera mengobatinya. Tapi jika hati yang sakit (tidak terlihat) apakah perlu diobati pula? Jawabannya adalah ya, bahkan penyakit didalam hati ini kadang lebih berbahaya dari pada fisik.

Jika hati seseorang mengalami sakit maka akan memberikan pengaruh buruk yang sangat kuat pada dirinya bahkan bisa jadi bagi orang orang disekitarnya.  Ketahuilah bahwa  hati ibarat penguasa dalam tubuh manusia. Abu Hurairah mengatakan bahwa hati adalah ibarat raja sedangkan anggota badan ibarat pasukannya. Apabila buruk rajanya maka buruk pula pasukannya.

Rasulullah salallahu alaihi wassalam mengingatkan  kita dalam sabda beliau : “Alla wa inna fil jasadi mudghah, idza shalahat, shalahat jasadu kulluh. Wa idza fasadat, fasadal jasadu kulluh. Alaa wa hiyal qalb.” Sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Apabila ia baik maka akan baik pula seluruh tubuhnya. Dan apabila ia buruk maka buruk pula seluruh tubuh. Ketahuilah dia itu adalah hati. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Penyakit hati yang keras.

Diantara penyakit hati yang cukup  berbahaya adalah hati yang keras bahkan bisa lebih keras dari batu. Allah berfirman  : “Syumma kasat quluubukum min ba’di dzaalika fahiyakal hijaarati au asyaddu qaswah”. Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras sehingga (hatimu seperti  batu, bahkan  lebih keras (dari batu) Q.S al Baqarah 74.

Berikut ini adalah Tanda-tanda atau Ciri-ciri orang yang hatinya keras :

  • Orang yang belum cinta kepada Allah S.W.T. Jika ini yang terjadi di dalam diri seorang mu’min, maka jangan harap ada getaran-getaran di dalam hatinya, karena hatinya telah tertutup.
  • Orang yang amat mencintai dunia, jangan harap ada getaran-getaran di hatinya, karena sesungguhnya yang ada dalam hatinya hanyalah urusan duniawi sehingga hatinya tertutup dan lupa terhadap yang menciptakannya, Allah S.W.T..
  • Orang yang munafiq. Mulutnya rajin berdzikir, tapi rajin juga berdusta. Dzkirnya rajin tapi maksiatnya juga rajin, dan shalatnya rajin tapi maksiat jalan terus, istilah lainnya STMJ (Sholat Terus Maksiat Jalan).
  • Orang yang banyak makan dengan makanan yang haram. Jangan harapkan dia bisa lembut hatinya. Justru sebaliknya, hatinya tersebut akan menjadi keras.
  • Orang yang banyak bicara yang tidak perlu (banyak bicara tapi tidak ada manfaatnya), orang yang banyak berbuat makruh, dan sia-sia. Tapi orang yang khusyuk, ia tidak mau melakukan hal-hal yang sia-sia. Tidak mungkin ia nongkrong (berlama-lama) di depan televisi dan bicara yang tidak perlu. Orang yang beriman, tidak mau melakukan sesuatu yang sia-sia. Dia ingin selalu menggunakan waktunya untuk sesuatu yang bermanfaat. Bagi orang-orang yang khusyuk dan beriman, satu detik di dalam kubur, di alam barzakh lebih mahal dari pada dunia dengan segala isinya. Karena apa???Orang di alam akhirat, akan minta dikembalikan ke muka bumi ini walaupun hanya sedetik. Tapi, mustahil itu bisa terjadi (Laula Akhartani ila Ajalin Qarib). Oleh karena itu, jangan pernah membuang-buang waktu walaupun hanya sedetik. Isilah setiap waktu tersebut dengan berdzikir, yakni dzikir hati, zikir akal (menangkap bahasa Allah S.W.T. di balik alam semesta), dzikir lisan, dan dzikir amal (akhlak yang mulia) seperti misalnya; senyum, menolong, memberdayakan orang yang lemah, dan selalu rajin sedekah.
  • Orang yang suka melihat aurat/sesuatu yang diharamkan. Kalau mata ini sudah dibiasakan untuk melihat sesuatu yang haram, maka hati kita akan menjadi keras. Coba, apa yang terbayang kalau ada orang yang berjoget di depan mata, dalam tayangan televisi misalnya? Saat itu setan menari-nari bersama orang-orang yang berjoget, sehingga akan mengeraskan hati. Jika hati kita sudah keras, maka akan sulit merasakan kenikmatan ibadah, menjadikan ibadah kita hampa dan kosong tanpa makna

Obat penyakit hati yang keras.

Ada banyak cara untuk mengobati penyakit hati yang keras, diantaranya adalah apa yang diajarkan oleh ‘Aisyah Radiallahu anha yaitu :

Pada satu kali datang seseorang kepada ‘Aisyah dan minta nasehat : Ya Ummul mukminin, sesungguhnya aku memiliki penyakit. Adakah engkau memiliki obatnya. Lalu ‘Aisyah berkata : Apa penyakitmu. Lalu dijawab : Hatiku keras. Kata ‘Aisyah itu adalah seburuk buruk penyakit.

Selajutnya ‘Aisyah memberikan resep untuk orang ini dengan tiga macam obat :

Pertama : Sering-seringlah engkau mengunjungi orang sakit.

Kedua : Sering-seringlah engkau mengantarkan jenazah ke kubur dan perhatikan bagaimana jenazah dimasukkan ke  dalam kuburnya.

Ketiga : Sering-seringlah engkau mengingat kematian.

Wallahua’lam

Sumber : azwirbchaniago dan mutiarapublic dengan penyesuaian