Inilah Dzikir Untuk Menyembuhkan Rasa Lelah

Inilah Dzikir Untuk Menyembuhkan Rasa Lelah

August 10, 2018 0 By maya

Inilah Dzikir Untuk Menyembuhkan Rasa Lelah – Aktivitas sehari-hari membuat seseorang mengalami kelelahan. Hal ini pasti seringkali dialami oleh setiap orang. Maksud kelelahan di sini adalah yang melibatkan fisik, di mana tubuh mengalami suatu kondisi lemas atau semacamnya.

Apa yang biasa dilakukan seseorang ketika kelelahan? Mungkin di antara kita akan sejenak beristirahat untuk menghilangkan rasa lelah tersebut. Namun, jangan sampai kebablasan. Jika kondisi tubuh sudah kembali normal maka segera untuk melakukan aktivitas lainnya.

Lantas, selain dengan istirahat, bagaimana cara melepas kelelahan tersebut? Sebelum menjelaskannya, ada sebuah kisah yang dituturkan Ali bin Abi Thalib mengenai Fatimah, putri Rasulullah SAW.

Ali menuturkan bahwa Fatimah pernah mengeluh kepadanya. Ia merasa bahwa pekerjaan menggiling gandum dengan batu demikian berat baginya. Suatu ketika, Fatimah mendengar bahwa Rasulullah mendapat seorang budak. Fatimah pun mendatangi rumah ayahnya dalam rangka meminta budak tadi sebagai pembantu baginya. Akan tetapi, Rasulullah sedang tidak ada di rumah. Fatimah lantas mendatangi ummul mukminin Aisyah dan menyampaikan hajatnya.

Ketika Rasulullah berada di rumah Aisyah, ia menceritakan hal tersebut kepada Rasulullah. Rasulullah lantas mendatangi kami (Ali dan Fatimah) saat kami telah berbaring di tempat tidur. Mulanya, kami hendak bangun untuk menghampiri beliau, namun beliau menyuruh kami tetap berada di tempat.

“Maukah kutunjukkan kalian kepada sesuatu yang lebih baik dari apa yang kalian minta?” tanya beliau. “Jika kalian berbaring di atas tempat tidur, maka ucapkanlah takbir (Allahu akbar) 34 kali, tahmid (alhamdulillah) 33 kali, dan tasbih (subhanallah) 33 kali. Itulah yang lebih baik bagi kalian daripada pembantu yang kalian minta,” lanjut Nabi (HR. Bukhari dan Muslim).

Semenjak mendengar petuah Rasulullah tadi, Ali tak pernah lalai meninggalkan wirid tersebut. Ia selalu membacanya, bahkan di malam perang Shiffin; sebagaimana yang disebutkan dalam salah satu riwayat Imam Bukhari.

Pada saat itu, Fatimah tengah mengeluh karena kedua tangannya bengkak akibat terlalu sering memutar batu penggiling gandum yang demikian berat.

Mengapa wirid tersebut lebih baik dari pembantu? Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, siapa yang rajin membaca wirid tadi di waktu malam, niscaya tidak akan kelelahan.

Alasannya karena Fatimah mengeluh kecapaian kepada Rasulullah, lalu Rasulullah mengarahkannya agar membaca wirid tadi. Akan tetapi, menurut al-Hafizh Ibnu Hajar, penafsirannya tidak harus seperti itu. Hadis ini tidak berarti bahwa rasa lelah pasti hilang bila seseorang rutin membacanya.

Namun, boleh jadi maksudnya ialah bila seseorang rutin mengamalkannya, maka ia tidak akan terkena madharat walaupun banyak bekerja. Pekerjaan itu juga takkan terasa berat walaupun ia merasa lelah karenanya. Wallahu a’lam.

Sumber: isnpirasidata