Ketika Membayangkan Lawan Jenis

Ketika Membayangkan Lawan Jenis

September 25, 2018 0 By maya

Ketika Membayangkan Lawan Jenis – Perbuatan adalah buah dari pikiran. Karena memang perbuatan itu atas perintah otak atau pikiran. Jadi, jika kita ingin melakukan hal baik, tentu diawali dengan pikiran yang baik. Masalahnya, terkadang secara tidak disengaja kita malah berkhayal sesuatu yang tercela. Kosongnya pikiran dan hati adalah penyebab mengkhayal.

Ketika berada dalam perjalanan jauh atau sedang sendiri, biasanya khayalan akan hadir. Oleh karena itu, untuk menghindarinya, hendaknya kita selalu mengingat Allah SWT dan berdzikir walau dalam hati.

Salah satu khayalan yang buruk adalah berkhayal tentang lawan jenis. Ternyata, hal ini sudah termasuk mendekati zina.

Nabi SAW dalam riwayat bersabda:

الْعَيْنُ تَزْنِي، وَالْقَلْبُ يَزْنِي، فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا الْقَلْبِ التَّمَنِّي، وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ مَا هُنَالِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ

“Mata itu berzina, hati juga berzina. Zina mata dengan melihat (yang diharamkan), zina hati dengan membayangkan (pemicu syahwat yang terlarang). Sementara kemaluan membenarkan atau mendustakan semua itu,” (HR. Ahmad).

Dan Sang Pencipta pun sudah menjelaskan bahwa zina merupakan perbuatan keji, lagi jalan yang buruk.

Allah SWT berfirman :

وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيل

“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk,” (QS. Al Israa : 32).

Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda:

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، والقلب تَمَنَّى وَتَشْتَهِي،
وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ“

Sesungguhnya Allah menetapkan jatah zina untuk setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan tidak bisa dihindari: Zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membayangkan dan gejolak syahwat, sedangkan kemaluan membenarkan semua itu atau mendustakannya,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mendekati zina adalah jembatan yang mulus untuk merealisasikan perbuatan zina itu sendiri. Jadi, alangkah baiknya bagi kita untuk menjaga pikiran dari kekosongan dan mengisinya dengan berdzikir mengingat Allah SWT.

Naudzubillah.Semoga bermanfaat.

Sumber: inspirasidata