Keutamaan Puasa Syawal

Keutamaan Puasa Syawal

June 22, 2018 0 By novi

Keutamaan Puasa Syawal – Puasa syawal adalah puasa sunnah yang dikerjakan setelah kita melaksanakan puasa ramadhan dan idul fitri. Puasa syawal dikerjakan oleh umat islam karena keutamaan puasa syawal yang luar biasa. Puasa syawal boleh dilakukan secara tidak berurutan. Jadi sesuai kemampuan kita saja, yang penting masih dibulan syawal.

“Boleh melaksanakan puasa sunah secara berurutan atau terpisah-pisah. Namun, mengerjakannya dengan berurutan, itu lebih utama karena menunjukkan sikap bersegera dalam melaksanakan kebaikan, dan tidak menunda-nunda amal yang bisa menyebabkan tidak jadi beramal”. (Fatawa Ibnu Utsaimin, kitab Ad-Da’wah 1:52–53).

Bagaimana jika kita punya hutang puasa? Jika anda ada hutang puasa, maka lebih utama membayar hutang puasa dulu dari pada melaksanakan puasa Syawal. Menurut ustadz Arifin Ilham “Lebih utama membayar hutang puasa (qadha’) dulu, apalagi di hadis kan bilangnya menyempurnakan puasa Ramadhan dulu, baru dilanjutkan puasa enam hari di bulan Syawal,” ucapnya

Keutamaan puasa syawal yang dilakukan selama 6 hari yakni Pahala atau ganjarannya diibaratkan Seperti berpuasa selama satu tahun. 

Hadist pertama dari Abu Ayyub Al-Anshori radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka dia seolah-olah berpuasa selama setahun.” (HR. Muslim no. 204)

Hadist kedua Tsauban radhiyallahu ‘anhu –budak Rasulullah-, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا)
“Barangsiapa yang berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka seperti berpuasa setahun penuh. Barangsiapa mengerjakan satu kebaikan, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat.” (HR. Ibnu Majah no. 1715. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah)

Hadist ketiga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من صام رمضان وأتبعه بست من شوال فذلك صيام الدهر
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka dia seolah-olah berpuasa selama setahun.” (HR. Abu ‘Awanah dalam Mustakhraj, no. 2180. Dinilai shahih oleh Al-Haitsami dalam Majma’ Zawaid, 3/183)

sumber : muslim dengan berbagai penyesuaian