Kisah Sepotong Roti

Kisah Sepotong Roti

July 26, 2018 0 By maya

Kisah Sepotong Roti – Berbuat baik pada sesama memang sudah menjadi sebuah kewajiban bagi setiap umat manusia. Tak peduli apapun agama yang dianutnya, kita harus bersikap baik pada orang lain jika ingin diperlakukan dengan baik pula. Dan berbuat baik juga harus ikhlas tanpa mengharapkan sesuatu yang lain kecuali ridho Allah SWT.

Buah dari perbuatan baik seringkali tak cuma berupa pahala bagi seseorang, bahkan saat masih di dunia perbuatan yang dilakukan akan kembali kepadanya dengan cara yang tak pernah diduga-duga.
Seperti dalam kisah berikut ini. Perbuatan baik yang dilakukan dengan konsisten dan sabar rupanya memberikan hikmah luar biasa bagi seorang wanita.

Tersebutlah kisah, Ada seorang wanita yang biasa membuat roti untuk makanan keluarganya setiap hari. Kebiasaan setiap harinya, wanita ini membuat roti ekstra (jumlah lebih banyak) untuk diberikannya pada orang lain yang kebetulan melewati depan rumahnya. Dia meletakkan roti tersebut di jendela rumahnya untuk siapa saja yang ingin mengambil dan makan roti tersebut.

Setiap hari, ada orang yang sudah tua renta datang dan mengambil roti itu. Namun, bukannya mengucapkan terima kasih dan menunjukkan keramah tamahan, pria itu malah menggerutu dengan sejumlah kata yang selalu dia ucapkan setiap hari. Begini ucapan kata-katanya: “Perbuatan burukmu akan tetap selalu bersamamu, perbuatan baikmu akan kembali padamu.”

Hal tersebut berlangsung secara berulang dan terus-menerus, hari demi hari. Pria tua renta itu selalu datang dan mengambil roti dan selalu mengatakan sesuatu dengan mengucapkan, “Perbuatan burukmu akan selalu tetap bersamamu, dan perbuatan baikmu akan tetap kembali padamu.” Lama kelamaan, Wanita itu merasa sebal dengannya,”Bukannya berucap terima kasih..,” katanya dalam hati.

‘Setiap hari si pria tua itu mengatakan hal yang sama, apakah maksudnya?’ pikir wanita itu. Suatu hari, tiba-tiba dia pun memiliki keinginan untuk menyingkirkan pria si pria tua itu. Dia berniat membuat roti dengan racun di dalamnya. Namun, saat akan meletakkannya di jendela, dia gemetar dan mulai tersadar. “Apa yang telah ku lakukan?” katanya. Roti itu kemudian dibakarnya habis dan dia menggantikannya dengan roti biasa. Seperti hari-hari sebelumnya, pria itu kemudian datang lagi dan tetap mengatakan kalimat yang sama, namun menyadari adanya peperangan batin dalam wanita itu.

Putra si wanita itu pergi merantau jauh dari tempat tinggalnya. Dan telah berbulan-bulan dirinya tak memperoleh kabar tentang keberadaan putranya itu. Wanita ini terus menerus berdo’a agar supaya putranya diberikan keselamatan dan bisa kembali padanya.

Malam itu, pintu rumahnya diketuk seseorang dari luar, wanita itu pun membuka pintu rumahnya dan ia terkejut melihat sang anak telah berdiri dihadapannya. Anaknya itu tampak sangat kurus dan lemah, rupanya dia sangat kelaparan.

Kemudian si anak menatap ibunya dan berkata,”Ibu, inilah keajaiban. Ketika aku masih jauh dari sini, aku kelelahan dan kemudian pingsan. Mungkin aku akan mati kelaparan, namun pada saat itu ada orang tua renta datang melintas dan memberikanku sebuah roti,” kata si anak. Pria itu berkata,” Ini yang aku makan setiap harinya. Hari ini aku harus memberikan padamu karena kamu lebih memerlukannya daripada aku.”

Maka seketika wajah ibunya pun memucat dan tersandar di tembok. Dia ingat akan roti beracun yang hampir saja dia berikan pada si orang tua renta itu pagi tadi. Andai dia memberikan pada orang tua itu, maka tentu anaknya lah yang akan ia racuni dengan tangannya sendiri. Akhirnya dia pun menyadari arti kata yang selalu diucap pria tua itu, “Perbuatan burukmu akan tetap bersamamu, dan perbuatan baikmu akan selalu kembali padamu.”.

Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari kisah tersebut.Aamiin.

Semoga Bermanfaat

Sumber: expobia