Libatkan Allah Dalam Setiap Langkahmu

Libatkan Allah Dalam Setiap Langkahmu

July 24, 2018 0 By maya

Libatkan Allah Dalam Setiap Langkahmu – Manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling mulia di antara ciptaan yang lain. Maka, hendaknya setiap yang berhubungan dengan kehidupan kita seperti ibadah, hidup, dan mati kita semua secara hakikatnya diperuntukkan semata-mata karena Allah Swt. Dengan demikian, dalam segala sikap kita, baik itu berbicara, diam, marah, membenci, menyayangi, dan segala aktivitas kita semua akan bernilai ibadah serta mendapatkan kebaikan dari Allah.

Melibatkan Allah dalam setiap lagkah  dilakukan dengan bertawakal kepada-Nya. Kita mengharapkan pertolongan-Nya agar urusan kita berhasil dengan baik. Tawakal baiknya dilakukan bersamaan usaha maksimal dan doa terbaik dalam segala hal. Tawakal termasuk pekerjaan hati, terpaut di dalam hati dalam menghadapi segala persoalan atau pekerjaan, di mana manusia merasa bahwa dengan kekuatan sendiri tidak akan sanggup menghadapinya tanpa bersandar pada kekuatan Allah Swt[1].

Tawakal merupakan kesadaran bahwa kehidupan ini dikendalikan oleh Allah. Dengan keyakinan ini, hubungan seseorang dengan Allah menjadi semakin dekat dan ketundukan pada-Nya semakin tampak. Sebagaimana yang diuarakan oleh Imam Al-Ghazali, “Tawakal berarti penyerahan diri kepada Tuhan yang Maha Pelindung karena segala sesuatu tidak akan keluar dari ilmu dan kekuasaan-Nya, sedangkan selain dari Allah tidak akan membahayakan dan tidak akan memberi manfaat[2].”

Seperti Firman Allah dalam Al-Qur’an:

فَبِمَا رَحْمَةٍۢ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.” (Q.S. Ali Imran: 159).

Tawakal memiliki makna menyerahkan, memercayakan, dan mewakilkan. Seseorang yang bertawakal tidak akan berkeluh kesah apalagi gelisah. Dia akan selalu berada dalam ketenangan, ketenteraman, dan kegembiraan. Jika dia memperoleh nikmat dan karunia dari Allah, dia akan bersyukur. Jika kemudian mendapatkan musibah, dia akan bersabar. Dia akan menyerahkan semua keputusan, bahkan dirinya sendiri kepada Allah Swt. Penyerahan diri itu dilakukan dengan sungguh-sungguh dan semata-mata karena Allah.

Tawakal adalah bagian dari separuh agama. Oleh sebab itu, seperti yang selalu diucapkan dalam shalat, “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in (hanya kepadaMu kami beribadah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan.” Karena itu, apa pun urusan kita, lakukan usaha terbaik, perkuat dengan doa dan amal saleh, selebihnya pasrahkan secara total kepada Allah. Insya Allah, kekuatan Allah-lah yang akan bekerja. Jika Allah telah “turun tangan” memberikan pertolongan-Nya kepada kita, apa pun urusan kita akan berhasil dan sukses.

Hapuskan niat menggantungkan harapan pada orang lain, apalagi yang mengarah praktek syirik. Jika memang ada orang lain yang membantu, sesungguhnya itu adalah “tangan-tangan Allah” yang bekerja membantu kita melalui orang lain.

Tanamkan prinsip Allah dulu, Allah lagi, dan Allah terus

Allah dulu, mendahulukan segala kegiatan apa pun dengan berdoa pada-Nya, memohon dan memulai apa pun dengan niat karena-Nya. Allah lagi, setelah memulai pekerjaan tersebut, jangan lupa untuk terus mengingat Allah dan berkomunikasi dengan-Nya atas kegiatan yang kita lakukan, baik kegiatan itu berjalan dengan lancar ataupun sebaliknya. Allah terus, setelah kegiatan tersebut kita lakukan, tetap mengingat Allah. Libatkan Allah dalam hal apa pun, dan pasrahkan secara total kepada-Nya karena tanpa Allah kita tidak bisa apa-apa. Tentunya, segala macam perbuatan yang dilakukan adalah perbuatan taat, bukan maksiat. Semoga kita senantiasa termasuk hamba Allah yang suka bertawakal.

Semoga artikel Libatkan Allah Dalam Setiap Langkahmu bermanfaat untuk kita semua.

Allahu A’lam.

Sumber: masjidtrans