Mengetuk Janji Allah Dengan Doa

Mengetuk Janji Allah Dengan Doa

September 8, 2018 0 By maya

Mengetuk Janji Allah Dengan Doa – Doa bukan ban cadangan , tapi senjata utama bagi mereka yang beriman. Secara istilah, doa adalah permohonan seorang hamba kepada Tuhannya. Doa merupakan aktifitas ibadah yang paling agung. Bahkan ia adalah mukhul ibadah atau inti dari ibadah. Doa juga bisa mengubah sesuatu yang tidak mungkin bagi menjadi mungkin.

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shalallahu ’Alaihi Wa sallam menjelaskan bahwa takdir yang Allah Ta’aala telah tentukan boleh berubah. Dan faktor yang dapat mengubah taqdir ialah doa seorang hamba.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ (الترمذي)

Bersabda Rasulullah Shalallahu ’Alaihi Wa sallam:

“Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah Ta’ala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.”

(HR Tirmidzi 2065)

Setiap doa pasti dikabulkan

Setiap doa akan dikabulkan oleh Allah SWT. Entah segera ataupun ditangguhkan. Mengenai kapan dikabulkan do’a adalah hak prerogatif Allah SWT selaku pemilik kehidupan. Bersabarlah jika sedang menunggu doa untuk dikabulkan. Teruslah berdoa, sebutkanlah semu permintaanmu di hadapanNya dan teruslah berusaha. Karena kita tidak pernah tau doa yang mana mana yang akan Allah kabulkan, dan kita juga tidak pernah tahu usaha kita yang mana yang Allah lihat.

Yakinlah bahwa Allah akan menggenggam semua doa-doa kita dan melepaskannya di saat yang tepat. Diwaktu yang kita butuhkan dimana apa yang kita pinta itu akan terasa sangat nikmat untuk di syukuri.

Jangan lelah berdoa

Tiada lelah berdoa adalah bentuk penghambaan yang begitu murni, ikhlas dan patut dijadikan landasan kita dalam berbuat dan beramal dalam menjalankan tugas di bumi Allah ini.

Sampai-sampai ‘Umar bin al-Khaththāb berkata tentang do’a (yang maknanya), “Aku tidak takut jika do’aku tidak di kabulkan, namun yang ku takutkan adalah jika aku tak diberi taufiq (atau bimbingan) untuk terus berdo’a selalu”

Jangan pernah pesimis atas dikabulkannya doa. Setiap mukmin harus membangun jiwa optimis agar mampu meraih yang terbaik. Hanya saja kita perlu intropeksi diri dan muhasabah. Sudahkah kita memenuhi syarat agar doa kita dikabulkan? Berdoa kepada Allah harus disertai dengan upaya memenuhi seruan-seruan-Nya, terikat dengan syariat-Nya,dan mengikuti Rasul-Nya.

“Dan hendaklah kamu memenuhi seruan-Ku dan berimanlah kepada-Ku agar kamu mendapatkan petunjuk”  (TQS al-Baqarah : 186).

Ia berdoa kepada Allah, tapi makanan dan minumannya dari barang yang diharamkan, maka bagaimana mungkin akan dikabulkan doanya. (HR. Muslim).

At-Tirmidzi telah mengeluarkan sebuah hadits, ia berkata, “Hadits ini  hasan.” Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda:

Ada tiga orang yang doanya tidak akan di tolak, yaitu orang yang shaum hingga buka, imam yang adil, dan doa orang yang dizhalimi. Allah akan mengangkat doanya hingga ada di atas awan dan akan dibukakan baginya pintu-pintu langit. Dan Allah pun berfirman, “Demi kemuliaan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu kapan saja.”

Keberadaan doa sebagai suatu ibadah bukan berarti bahwa kita boleh meninggalkan kaidah kausalitas.

Sebagai contoh, Rasulullah saw. telah menyiapkan pasukan untuk perang Badar. Beliau mengatur pasukan masing-masing di tempatnya. Beliau juga telah menyiapkan mereka dengan persiapan yang baik. Kemudian setelah itu beliau masuk ke bangsalnya seraya meminta pertolongan kepada Allah. Beliau pada saat itu banyak sekali berdoa, hingga Abû Bakar berkata, “Wahai Rasulullah!, sebagian dari doamu ini telah cukup.

Rasulullah saw. beraktivitas dengan menggunakan kaidah kausalitas agar kita mengikutinya. Pada saat beliau berdoa, bermunajat kepada Allah agar diselamatkan dari kejaran kafir Quraisy dan agar Allah menolak makar mereka dengan membinasakan mereka; Rasul saw. pun keluar dari rumahnya di waktu malam dan mendapati kaum Quraisy sedang mengepung rumahnya. Beliau kemudian menebarkan tanah pasir ke wajah-wajah mereka.

Allāh berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْۤ اَسْتَجِبْ لَـكُمْ  ؕ  اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

Dan Rabbmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya pasti akan Aku kabulan untukmu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau beribadah kepadaKu akan masuk ke Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir: Ayat 60).

Allah menjamin bagi orang-orang yang mau berdoa meminta kepadaNya untuk diperkenankan doanya.
Bahkan Allāh mengancam kepada orang-orang yang tak mau berdoa kepadaNya bahwa dia itulah orang yang sombong, dan baginya neraka Jahannam.

Maka siapa saja yang menginginkan kemulian di dunia dan di akhirat serta kembalinya kejayaan isalam dalam waktu dekat,maka ia tidak boleh merasa cukup dengan hanya berdoa untuk mewujudkan keinginannya itu. Melainkan ia harus berupaya berjuang bersama orang-orang yang tengah beraktivitas untuk mewujudkannya. Dia juga harus berdoa kepada Allah, memohon pertolongan untuk mewujudkankembali perdaban islam dan mempercepat terwujudnya. Ia pun harus terus-menerus berdoa dengan ikhlas, dengan tetap berpegang pada kaidah kausalitas. Mari kita mengetuk janji Allah melaui doa dan kesungguhan ikhtiar. Wallahu a’lam bish-shawwab.

Semoga bermanfaat sahabat.

Sumber: islampos