Perbuatan Dosa Yang Paling Banyak Terjadi Di Akhir Zaman

Perbuatan Dosa Yang Paling Banyak Terjadi Di Akhir Zaman

August 6, 2018 0 By maya

Perbuatan Dosa Yang Paling Banyak Terjadi Di Akhir Zaman – Dunia ini ibarat sebuah perjalanan, seperti halnya dengan manusia yang di lahirkan dari bayi, di mana ia akan terus tumbuh menjadi dewasa, lalu hingga waktu tua dan akhirnya akan meninggalkan dunia ini untuk kembali kepada sang Maha Pencipta. Maka selagi kita masih diberi kesempatan untuk hidup maka, hendaklah kita mempersiapkan diri untuk menghadap kepada Allah SWT. Janganlah memperturutkan hawa nafsu, karena semua itu akan berakibat buruk bagi kita sendiri. Jauhkanlah segala yang dilarang oleh Allah. Seiring dengan berjalannya waktu, bumi yang terus berputar, kehidupan dunia yang terus berjalan seakan membuat manusia semakin lupa pada kodratnya. Tetapi sadarkah kita bahwa semakin hari semakin tua, yang mana jika sudah sampai pada masanya bumi ini akan hancur, itulah kiamat yang sangat di takutkan oleh manusia. Namun sekali lagi, manusia semakin hari semakin lupa diri, mereka tak lagi peduli dengan yang namanya akhirat.

Di akhir zaman ini semakin banyak saja perbuatan dosa yang dilakukan oleh manusia tanpa ada lagi rasa malu. Di media sosial sering kita lihat berapa banyak pelaku maksiat yang di tangkap, tetapi mereka dengan bangga malah senyum senyum saja di depan kamera, seolah olah mereka bangga dengan apa yang telah dilakukannya. Dan benar saja, bahwasanya di akhir zaman nanti ada beberapa perbuatan dosa yang paling sering dilakukan oleh manusia. Bahkan perbuatan dosa yang paling sering dilakukan itu seolah menjadi hal yang biasa biasa saja di dalam kehidupan.Dan inilah beberapa perbuatan dosa yang paling sering dilakukan oleh manusia di akhir zaman

Zina

Dalam ajaran agama kita islam, bagi siapa saja, baik itu laki laki atau pun perempuan yang melakukan zina, maka bagi mereka hukumannya adalah di rajam. Hukuman berat yang seperti itu Allah perintahkan untuk semua umat muslim, sebagaimana firman-Nya,

وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً

“Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al-Isra, 32) 

Dalam firman yang lainnya Allah berfirman,
“(Ini adalah) satu surah yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat-ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya. Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali cambukan, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman” (QS. An-Nuur: 1-2)

Dari firman Allah yang di atas dapat kita baca bagaimana beratnya hukuman yang harus di terima oleh mereka yang melakukan zina. tetapi sepertinya tidak membuat manusia takut untuk berbuatnya, mereka tidak lagi menghiraukan larangan dari Allah, dan zina menjadi salah satu dosa yang paling banyak dilakukan di akhir zaman. Yang lebih parah lagi, mereka sepertinya bangga dengan apa yang telah mereka lakukan, lihatlah di televisi, bagaimana skandal para artis yang telah melakukan perbuatan tersebut, tetapi mereka tidaklah merasa malu atas apa yang telah mereka lakukan, sungguh sangat miris, kita akan sangat menyayangkan generasi kita yang bisa saja mengikuti tingkah laku bejat mereka. Rasulullah SAW sangat menganjurkan kepada umatnya agar selalu menjaga keluarganya dari perbuatan dosa yang satu ini, karena hukumannya sangat berat di dalam ajaran agama kita, Rasulullah bersabda,

“Ambillah dariku, ambillah dariku! Allah telah menjadikan bagi mereka jalan keluar. (Apabila berzina) jejaka dengan gadis (maka haddnya) dicambuk seratus kali dan diasingkan setahun. (Apabila berzina) dua orang yang sudah menikah (maka hadd-nya) dicambuk seratus kali dan dirajam.” (HR. Muslim)

Maka jauhkanlah perbuatan zina, jangan dekati dia, karena dia adalah penyakit yang sangat berbahaya bagi kita umat islam.

Minum minuman keras (mabuk)

Mabuk mabukan yang sering terjadi dewasa ini sudah begitu mudah kita jumpai di jalanan kota kota. Orang orang sudah tidak lagi merasa malu jika dilihat oleh orang lain. Bahkan yang lebih parah lagi malah sudah tersedia tempat tempat yang menjual bebas minuman keras. Kita sering melihat di sinetron sinetron televisi yang menayangkan film yang banyak menunjukkan orang orang yang lagi mabuk di club club malam, sangat kita sayangkan yang menontonnya adalah anak anak yang belum mengerti dengan semua itu. Sepertinya semua itu sudah sudah tidak ada lagi yang melarangnya. Sungguh dunia sudah semakin dekat dengan kiamat, hanya saja kita tidak menyadarinya. Padahal sesungguhnya mabuk mabukan itu sangatlah tidak baik bagi manusia, dengan mabuk bisa saja menimbulkan kejahatan kejahatan yang lain. Sesungguhnya Allah telah melarang hamba hamba dengan fiman-Nya,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS. Al-Maidah: 90).

Dari ayat di atas dapat kita pahami, bahwa meminum khamar sama saja dengan mengikuti langkah langkah syaitan, karena iblis telah berjanji akan selamanya menggoda anak cucu Adam untuk berbuat dosa di atas muka bumi.Dan orang orang yang dapat menahan hawa nafsunya dari godaan tersebut akan mendapat rahmat dari Allah, karena mabuk itu hanya akan merusak tubuh dari kita sendiri, maka tinggalkanlah ia.

Dalam sebuah riwayat yang mengatakan bahwa seorang dari Yaman bertanya kepada Rasulullah saw. Mengenai sebuah minuman yang biasa mereka minum di negaranya. Minuman tersebut terbuat dari jagung yang diberi nama al-Mirz. Rasulullah bertanya kepadanya, “Apakah minuman tersebut memabukkan? Lelaki itu menjawab, “Ya”. Kemudian Rasul bersabda,
“Setiap barang yang memabukkan diharamkan; sesungguhnya Allah telah berjanji akan memberi minuman yang bernama Thinah al-Khabaal kepada orang yang meminum minuman keras” Lelaki tersebut bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah yang dinamakan Thinah al-Khabaal?” Rasulullah menjawab, “Keringatnya ahli neraka atau perasan ahli neraka. (Hadits riwayat Muslim dan An-Nasai.)
Dalam hadis yang lainnya Rasulullah bersabda.
“Seorang yang meminum khamar dari golonganku, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari” (Hadits riwayat An-Nasai.).

 

Riba

Dalam mencari nafkah untuk diri sendiri atau pun untuk keluarga, hendaklah kita mencari dengan jalan yang halal, karena apa yang kita makan akan menjadi darah dan daging yang akan tumbuh di badan kita, jauhilah dari mendapatkan harta dengan jalan riba, karena perbuatan ini sangat di larang oleh Allah SWT. Memang perbuatan riba semakin hari semakin tumbuh subur di mana saja, malah orang orang semakin gampang berurusan dengan yang namanya riba. Malah riba sepertinya di legalkan, padahal Allah telah melarang kita untuk menjauhkan diri dari riba, sebagaimana firman-Nya,

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu disebabkan mereka berkata (berpendapat) bahwa sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (QS. Al Baqarah. 275)

Riba termasuk dalam salah satu perbuatan dosa yang paling banyak terjadi di zaman sekarang, orang orang tidak lagi mempedulikan keharaman dari riba, yang mereka tahu bagaimana mendapatkan harta yang banyak, padahal penyakit riba akan berdampak pada kemelaratan hidup sebagian orang yang lainnya.

Suap atau sogok

Terjadinya tindakan korupsi banyak di picu dari akibat perbuatan sogok dan suap menyuap di kalangan pejabat negara. Sepertinya perbuatan ini sudah menjadi hal yang biasa di kalangan mereka, para pejabat sepertinya tidak lagi punya rasa malu untuk melakukan hal ini, walau pun tidak semua pejabat mau melakukan perbuatan ini, tetapi itu sangat jarang di temui, dan bisa di hitung dengan jari. Akibat dari suap akan menimbulkan tindakan korupsi yang akan berdampak pada kehancuran ekonomi sebuah negara. Suap, sogok dan korupsi menjadi salah satu perbuatan dosa yang paling banyak terjadi di akhir zaman, tetapi banyak orang orang tidak mempededulikan hal tersebut, mereka tidak mengindahkan larangan Allah, padahal dalam Al-Qur’an Allah telah melarang manusia untuk menjauhkan diri dari perbuatan ini, Allah berfirman,

وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.” (QS: Al-Baqarah | Ayat: 188).

عَنْ أَبِي حُمَيْدٍ السَّاعِدِيِّ رَضِي اللَّه عَنْهم قَالَ اسْتَعْمَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا مِنَ الْأَزْدِ يُقَالُ لَهُ ابْنُ الْأُتْبِيَّةِ عَلَى الصَّدَقَةِ فَلَمَّا قَدِمَ قَالَ هَذَا لَكُمْ وَهَذَا أُهْدِيَ لِي قَالَ فَهَلَّا جَلَسَ فِي بَيْتِ أَبِيهِ أَوْ بَيْتِ أُمِّهِ فَيَنْظُرَ يُهْدَى لَهُ أَمْ لَا وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يَأْخُذُ أَحَدٌ مِنْهُ شَيْئًا إِلَّا جَاءَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَحْمِلُهُ عَلَى رَقَبَتِهِ إِنْ كَانَ بَعِيرًا لَهُ رُغَاءٌ أَوْ بَقَرَةً لَهَا خُوَارٌ أَوْ شَاةً تَيْعَرُ ثُمَّ رَفَعَ بِيَدِهِ حَتَّى رَأَيْنَا عُفْرَةَ إِبْطَيْهِ اللَّهُمَّ هَلْ
 بَلَّغْتُ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ ثَلَاثًا

Dari Abi Humaid As Sa’idi RA berkata Rasulullah SAW mempekerjakan seseorang dari suku Azdy yang namanya Ibnu Alutbiyyah untuk mengurusi zakat, tatkala ia datang berkata (kepada Rasulullah) “Ini untuk Anda dan ini dihadiahkan untuk saya”, Lalu Rasulullah bersabda, “Kenapa dia tidak duduk di rumah ayahnya atau ibunya, lantas melihat apakah ia diberi hadiah atau tidak, Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya tidaklah seseorang mengambilnya darinya sesuatu pun kecuali ia datang pada hari kiamat dengan memikulnya di lehernya, kalau unta atau sapi atau kambing semua bersuara dengan suaranya kemudian beliau mengangkat tangannya sampai kelihatan putih ketiaknya lantas bersabda : Ya Allah, tidaklah telah aku sampaikan” (HR Bukhari).

Itulah beberapa perbuatan dosa yang paling banyak dilakukan di akhir zaman, semoga kita terhindar dari perbuatan perbuatan tersebut. Semoga dengan membaca artikel ini kita dapat mengendalikan diri untuk menjauhi hal hal tersebut. Semoga bermanfaat.Aamiin.

Sumber: dakwahmuslimah