Perjuangan Kartini Masa Kini

Perjuangan Kartini Masa Kini

April 20, 2018 0 By novi
Setiap tanggal 21 april pasti kita memperingati hari kelahiran Raden Ajeng Kartini. Beliau adalah sosok pejuang emansipasi perempuan yang menginspirasi rakyat indonesia khususnya perempuan.
Pada jaman dahulu seorang perempuan hanya diposisikan pada kelas yang ke sekian di bawah bayang-bayang laki-laki. Perempuan tidak dizinkan oleh orang tuanya untuk sekolah dan menuntut ilmu yang tinggi sebagaimana kaum laki-laki. Begitu pula dalam hal kiprah di masyarakat, perempuan dianggap tidak mampu untuk mengemban tugas sosial kemasyarakatan, seperti menjabat sebagai carik (juru tulis), punggawa keraton (petugas keamanan), demang (jabatan politik di tingkat kecamatan)dan sejenisnya
Hal ini dikarenakan masyarakat menganggap bahwa peran perempuan pada akhirnya akan kembali menjadi seorang istri yang hanya berkutat pada persoalan domestik (rumah tangga), bukan pada persoalan publik yang membutuhkan kemampuan intelektual.
Secara politis kondisi  ini juga sengaja diciptakan dan dibiarkan oleh pemerintah kolonial Belanda ketika itu agar masyarakat tidak memiliki kemampuan dan wawasan luas sehingga mereka terus menerima kondisi terbelenggu oleh penjajah. Atau dengan istilah lain sengaja dibodohkan.
Paling tidak ada tiga nilai positif yang dapat diteladani dari perjalanan hidup Kartini. Pertama, keberanian untuk melawan hegemoni kekuasaan ”istana”. Dibutuhkan keberanian dalam menjalani hidup dan kehidupan ini. Sekarang ini, manusia dihadapkan pada berbagai pilihan hidup yang sangat komplek yang membutuhkan keberanian untuk menghadapinya.
Kedua, upaya emansipasi (persamaan hak dan kewajiban) wanita dengan laki-laki. Kartini menuntut adanya kesetaraan gender. Emansipasi merupakan kondisi kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam segala aspek kehidupan. Tuhan menciptakan manusia dalam kondisi yang sama. Tidak ada perbedaan mendasar antara laki-laki dan perempuan di mata Tuhan. Hanya ketakwaan yang membedakannya. Itulah yang diperjuangkan oleh Kartini.
Ketiga, berani berkorban. Kerelaan untuk berkorban demi orang lain adalah sesuatu  yang sangat mulia. Sekarang ini, sikap mementingkan kepentingan orang lain  sudah menjadi hal yang langka. Orang cenderung egois, artinya  hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri. Egoisme  semakin terasa dalam kehidupan perkotaan, di mana orang sangat sibuk dengan kesibukannya masing-masing sehingga cenderung acuh terhadap orang lain, sekalipun tetangganya yang berada di sebelah rumahnya.
Ketiga hal itulah barangkali yang harus ditanamkan pada anak-anak kita dalam momentum peringatan Hari Kartini tahun ini.

Selamat Hari Kartini, semoga kita bisa menjadi ”Kartini” di masa kini.

Sumber InfoAbdulWahid