Saat Para Nabi Dan Rasul Serta Umatnya Menghadapi Hisab

Saat Para Nabi Dan Rasul Serta Umatnya Menghadapi Hisab

August 18, 2018 0 By maya

Saat Para Nabi Dan Rasul Serta Umatnya Menghadapi Hisab – Para ulama mengatakan, “Hisab itu terjadi dengan disaksikan oleh para nabi dan lain-lain.” Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil sedang mereka tidak dirugikan.” (QS. Az-Zumar: 69)

Dia berfirman,

Apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (Rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).” (QS. An-Nisâ`: 41)

Saksi dari setiap umat adalah nabi mereka.

Ada yang mengatakan bahwa saksi dari setiap umat adalah para malaikat pencatat amal. Inilah pendapat yang lebih kuat.

Dengan demikian, pada hari Kiamat setiap umat akan hadir bersama rasul mereka.

Selanjutnya, kaum itu ditanya: “Apakah jawaban kalian kepada para rasul?”

Pada saat yang sama, para rasul juga ditanya: “Apakah jawaban yang kalian dapat?”

Para rasul menjawab, “Kami tidak mengetahui.”

Selanjutnya, setiap orang dipanggil sendiri-sendiri, yang menjadi saksi atas dirinya adalah catatan amal serta penulisnya.

Hal itu karena saat di dunia, manusia telah diberitahu bahwa ada dua malaikat yang mencatat dan menyalin seluruh amalnya.

Dalam kitab Kasyf ‘Ilm al-Âkhirah, Abu Hamid mengatakan bahwa ada penyeru dari sisi Allah yang menyerukan, “Tidak ada kezaliman hari ini! Sesungguhnya, Allah itu sangat cepat hisab-Nya.”

Selanjutnya, dikeluarkanlah di hadapan mereka sebuah kitab besar yang menutupi dari timur hingga barat.

Dalam buku ini tercatat seluruh amal makhluk. Tidak ada amal kecil maupun besar yang tidak dicatat oleh buku ini. Mereka menemukan apa yang telah mereka kerjakan (di dunia) hadir di depan mata dan Tuhanmu tidaklah menzalimi seorang pun.

Hal itu karena amal para makhluk dilaporkan kepada Allah setiap hari.

Allah kemudian menyuruh para malaikat Kiram al-Bararah untuk menyalin semua amal tersebut dalam kitab besar ini.

Inilah makna firman Allah:

Sesungguhnya, Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Al-Jâtsiyah: 29)

Setelah itu, mereka dipanggil sendiri sendiri lalu setiap dari mereka menghadapi hisab.

Pada saat itulah kaki dan kedua tangan memberi kesaksian.

Inilah yang dituturkan dalam firman Allah:

Pada hari (ketika), lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. An-Nûr: 24)

Dalam khabar disebutkan bahwa seorang laki-laki dari mereka (penduduk Mahsyar) didirikan di hadapan Allah kemudian Allah berfirman kepadanya, “Wahai hamba yang buruk, engkau adalah hamba pendosa dan durhaka.

Hamba itu bertanya, “Apa yang sudah aku lakukan?”

Lantas dikatakan kepadanya: “Ada bukti yang memberatkanmu.”

Selanjutnya, didatangkanlah para malaikat pencatat amalnya.

Akan tetapi, ia membantah, “Mereka telah mendustaiku.”

Lantas bersaksilah anggota tubuhnya dan diperintahkan agar ia dibawa ke neraka.

Hamba ini pun mencela anggota tubuhnya sendiri hingga anggota tubuh itu menjawab, “Itu bukanlah kemauan kami, melainkan yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata.” (QS. Fushshilat: 21)

Wallahu a’lam bishawab. Semoga kita dapat menjadi hamba yang lebih taat lagi kepada Allah SWT. Aamiin.

Sumber: inspirasidata