Sukses Ujian Ala Islam

Sukses Ujian Ala Islam

September 12, 2018 0 By maya

Sukses Ujian Ala Islam – Sudah tidak dapat dipungkiri ketika kita mendengar kata ujian, cenderung terdengar mengerikan. Banyak yang sudah berusaha, tetapi masih saja gagal. Bahkan tidak sedikit yang menghadapi ujian dengan cara kotor hanya demi mendapatkan predikat “LULUS”.

Kalau mau berpikir simpel, ujian itu sebenarnya bukanlah hal yang menakutkan. Ujian hanya bertujuan menguji sejauh mana kita dapat memahami pelajaran yang selama ini dipelajari. Jadi, ujian hakikatnya cuma mengulang pelajaran. Maka dari itu, semua tergantung kepada kita. Sejauh mana kita dapat memahami pelajaran yang sudah pernah diberikan guru/dosen? Konsekuensinya, kita harus mempersiapkan ujian sejak awal secara matang.

Dalam sebuah kitab berjudul Mausu’aturradd ‘alal Madzaahibil Fikriyah al-Mu’ashirah karya Ali Bin Naif as-Syahudi dikatakan:

فَمَنْ كَانَ لَدَيْهِ الْقُدْرَةِ وَالْاِسْتِعْدَادِ لِلْعَمَلِ سَوْفَ يَنْجَحْ

“Barangsiapa yang mempunyai kemampuan dan persiapan matang untuk melakukan sesuatu, maka dia akan berhasil”

Tips Hadapi Ujian

  1. Mendekatkan Diri kepada Allah
    Pernahkah Anda berpikir siapa yang menentukan kesuksesan kita selama ini? Apakah guru, dosen, teman, atau orang tua? Sebenarnya mereka hanyalah fasilitator. Kesuksesan kita datangnya dari Allah, termasuk suksesnya ujian. Ketika kita sudah dapat memahami semua yang ada datangnya dari Allah, Insya Allah hidup kita akan terasa lebih tenang
  2. Menjauhi Hal-Hal Syirik
    Hal syirik maksudnya misalnya mengunjungi dukun, mendoakan pensil yang digunakan untuk ujian, minta didoakan “orang pintar”, atau membeli jimat. Lebay banget nggak sih? Ini contoh orang-orang yang belum dapat memahami segala sesuatu datangnya dari Allah. Hidup mereka tidak tenang. Na’udzu billahi min dzalik.
  3. Meminta Do’a Restu dari Orang Tua
    “Ridho Allah tergantung kepada ridho kedua orang tua dan murka Allah juga tergantung kepada murka kedua orang tua” (HR. Tirmidzi dari Abdullah bin Amr)
    Anda sudah bisa menyimpulkan sendiri seberapa pentingnya restu dari orang tua, kan?
  4. Jangan Belajar Wayangan
    Belajar wayangan yakni belajar ketika satu hari sebelum ujian. Banyak orang menggunakan cara ini. Padahal sebenarnya cara ini sangat berat. Belajar beberapa minggu sebelum ujian secara bertahap akan jauh lebih baik daripada wayangan. Satu hari sebelum ujian mungkin lebih baik digunakan untuk menenagkan diri, berdoa, dan mengulangi sedikit apa yang sudah kita pelajari.

Jadi, tidak perlu takut menghadapi ujian. Dengan berdoa, minta doa restu orang tua, belajar secara bertahap, dan yakin segala sesuatu itu datangnya dari Allah, insya Allah kita berhasil

Untuk yang sudah pernah gagal, jangan berkecil hati. Kegagalan Anda juga datangnya dari Allah. Mungkin Allah mempunyai maksud tersendiri untuk Anda. Lulus ujian bukanlah tolak ukur dari kesuksesan. Teruslah berusaha dan bertawakal kepada Allah.
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan bagimu jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka – sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya)….” (Q.S. Ath-Thalaq: 2-3)

Sumber:eramadina