Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid

September 27, 2018 0 By maya

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid – Berikut ini akan dijelaskan tahapan-tahapan mandi hadas wanita setelah haid dengan sempurna.

Perempuan yang telah selesai haidnya mengambil air dan daun bidara (bisa diganti sabun)

Selain karena diisyaratkan oleh orang termulia, Nabi saw., ternyata dun bidara mempunyai manfaat yang telah diteliti para ahli di antaranya:

  • Daun bidara mengandung senyawa antibakteri.
  • Daun bidara mengandung senyawa antioksidan.
  • Daun bidara mengandung antiseptik.
  • Daun bidara bisa memperbaiki sel-sel yang mengalami kerusakan.

Masih banyak manfaat daun bidara untuk kesehatan. Tentu saja, apa yang dikatakan oleh Rasulullah saw. tidak pernah tanpa dasar. Shallallahu ‘alannabiy.

Tetapi sebagai alternatif, karena masih banyak yang kurang perhatian terhadap daun bidara … boleh diganti menggunakan sabun.

Berniat mandi wajib setelah haid.

Harus di dalam hati, tetapi bila ditambahkan ucapan lisan tidak apa-apa.

Berniat harus di dalam hati, dan untuk menguatkan … diperbolehkan sambil diucapkan dengan lisan, dengan syarat mutlak hati yang mengucapkan.

Berwudhu dengan membaguskan wudhunya

Hal ini berdasarkan hadits Nabi Muhammad saw. yang bersabda, intinya, siapa saja yang membaguskan wudhunya, maka dosa-dosa akan keluar dari tubuhnya.

Menyiramkan air ke atas kepalanya. Lalu menggosok-gosok kepalanya dengan kuat sehingga air menyerap pada pori-pori kulit kepala

Hal ini berdasarkan hadits ‘Aisyah di atas, agar setiap bagian tubuh yang tadinya najis (haid, darah najis; membuat wanita dilarang melakukan ibadah mahdhah), menjadi suci. Menggosok-gosok kulit kepala funsginya agar air meresap ke pori-pori kulit dan membasuh akar rambut.

Menyiramkan air ke seluruh tubuh (bagian kanan didahulukan)

Seperti mandi pada umumnya, mengguyurkan air ke seluruh tubuh lalu menggosok-gosoknya sampai bersih termasuk di sela-sela kecil seperti kuku dan lubang dubur, harus terbasuh. Diutamakan dengan membasuh bagian kanan terlebih dahulu.

Ini berdasarkan hadits nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, yang intinya … Nabi Muhammad saw. sangat menyukai memulai segala sesuatu dari kanan dahulu; entah itu mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam urusan-urusan penting lainnya.

Mengambil kain atau kapas yang sudah diberikan wewangian

Dianjurkan menggunakan wangi kesturi, tetapi bila tidak ada maka diperbolehkan menggunakan wewangian lain, untuk kemudian mengusapkannya pada farji/rahim dan bagian yang terkena darah haid.

Ini merupakan sunnah dari Rasulullaah yang diisyaratkan.

Sumber :satriabajahitam