Tata Cara Shalat Gerhana Bulan

Tata Cara Shalat Gerhana Bulan

July 26, 2018 0 By maya

Tata Cara Shalat Gerhana Bulan –  Dua hari lagi, tepatnya Sabtu 28 Juli 2018, fenomena gerhana bulan total akan kembali terjadi dan bisa diamati dari seluruh Indonesia.

Laman AcuWeather menyebutkan bahwa gerhana bulan total yang terjadi pada 28 Juli itu adalah gerhana bulan yang istimewa.

Begitu istimewa peristiwa tersebut sampai Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan menyiarkan pengamatan gerhana bulan di berbagai titik di Indonesia secara live. BMKG menyebutkan bahwa puncak gerhana bulan total 28 Juli itu akan berlangsung lama yaitu 1 jam 43 menit dan dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

Gerhana bulan Juli 2018 itu langka dan istimewa sebab merupakan gerhana bulan total terlama di abad ini. Karena gerhana bulan Juli 2018 itu merupakan fenomena yang memperlihatkan kekuasaan Allah SWT, maka kaum Muslim disunnahkan untuk menunaikan shalat gerhana bulan. Selain mengerjakan shalat gerhana bulan, umat islam juga dianjurkan untuk membaca takbir, berdoa kepada Allah SWT dan bersedekah. Shalat gerhana bulan sebaiknya dikerjakan secara berjamaah di masjid sebelum atau setelah shalat Subuh. Shalat gerhana bulan merupakan amalan sunnah muakkad.

Shalat gerhana dilakukan sebanyak 2 rakaat. Masing-masing rakaat dikerjakan dengan 2 kali berdiri, 2 kali membaca Surat Alquran, 2 ruku’ dan 2 sujud. Dalil yang melandasi tata cara shalat gerhana bulan tersebut adalah:

Dari Abdullah bin Amru berkata,” Tatkala terjadi gerhana matahari pada masa nabi SAW, orang-orang diserukan untuk shalat ” As-shalatu jamiah” . Nabi melakukan 2 ruku’ dalam satu rakaat, kemudian berdiri dan kembali melakukan 2 ruku’ untuk rakaat yang kedua. Kemudian matahari kembali nampak. Aisyah ra berkata,” Belum pernah aku sujud dan ruku’ yang lebih panjang dari ini. (HR. Bukhari dan Muslim)

Berikut ini niat dan tata cara shalat gerhana bulan :

Sebelum memulai, membaca niat shalat gerhana bulan seperti berikut ini:

Ushalli sunnatal khusuf rak‘ataini imaman/makmuman lillahi ta’ala

Artinya, “Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”

Kita mengucapkan imaman jika menjadi imam shalat gerhana bulan. Kita menyebut makmuman jika menjadi makum dalam shalat sunnah itu.

  1. Setelah mengucapkan takbir, membaca taawudz dan Surat Al-Fatihah. Kemudian membaca surat panjang misalnya Al-Baqarah.
  2. Ruku’ dengan membaca tasbih selama seperti membaca 100 ayat dalam Surat Al-Baqarah.
  3. Kemudian bangkit tapi tidak membaca doa I’tidal. Melainkan baca Surat Al-Fatihah. Setelah itu membaca Surat Ali Imran atau yang selama itu.
  4. Ruku’ lagi dengan membaca tasbih selama seperti membaca 80 ayat dalam Surat Al-Baqarah.
  5. Kemudian bangkit dan membaca doa I’tidal.
  6. Sujud dengan membaca tasbih selama ruku’ pertama.
  7. Duduk di antara dua sujud.
  8. Sujud kedua dengan membaca tasbih selama ruku’ kedua.
  9. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
  10. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama.
  11. Namun. setelah membaca Al-Fatihah dianjurkan membaca surat An-Nisa pada rakaat pertama. Untuk rakaat kedua dianjurkan membaca Surat Al-Maidah.
  12. Mengucapkan salam.
  13.  Membacakan khutbah.

Demikianlah tata cara shalat gerhana bulan khusuf yang harus dipahami oleh umat islam. Jadi, selain menikmati keindahan gerhana bulan total, tapi juga berdoa untuk menambah keimanan kita kepada Allah SWT.  Dan semua peristiwa unik mapun langka di dunia ini merupakan tanda akan kebesaran Allah SWT. Semoga bermanfaat

Sumber: dream & nu.or.id