Teknologi Dalam Kacamata Islam

Teknologi Dalam Kacamata Islam

April 2, 2018 0 By novi

Perkembangan teknologi di era milenium ini bisa dikatakan begitu pesat. Manusiapun dimudahkan dengan berbagai teknologi yang canggih, mudah diakses, dan yang paling diminati adalah murah. Ini terbukti dengan semakin banyaknya para pengguna teknologi, seperti gawai atau gadget. Tahun 2017, Indonesia masuk dalam jajaran negara dengan pengguna gawai terbanyak, setelah Cina, Amerika, dan India.  Awal tahun 2018, penggunaan gawai sudah mencapai 83.5 juta unit, lebih dari seperempat jumlah penduduk Indonesia yang saat ini hampir mencapai 271.7 jiwa.

Peningkatan daya guna teknologi, seperti gawai, diiringi dengan kemajuan komunikasi dan informasi. Di mana membuat manusia semakin mudah mendapatkan informasi yang jauh namun dalam waktu yang singkat. Kemudahan inilah yang dapat menjadi momok tersendiri bagi seluruh umat manusia. Sebagai umat muslim, kita harus pandai dalam memanfaatkan teknologi. Namun, bukan berarti kita tidak boleh menggunakan teknologi sama sekali.

Para cendekiawan muslim di era kekhalifahan menganggap teknologi sebagai sebuah cabang ilmu pengetahuan yang sah. Fakta itu terungkap berdasarkan pengamatan para sejarawan sains barat di era modern terhadap sejarah sains di abad pertengahan. Demikian pula ajaran islam, tidak akan bertentangan dengan teori-teori pemikiran modern yang teratur dan lurus dan analisa-analisa yang teliti dan obyektif. Dalam pandangan islam, menurut hukum asalnya segala sesuatu itu adalah mubah termasuk segala apa yang disajikan oleh berbagai peradaban baik yang lama ataupun yang baru. Semua itu sebagaimana diajarkan oleh islam tidak ada yang hukumnya haram kecuali jika terdapat nash atau dalil yang tegas dan pasti mengherankannya.

Dalam islam, sains dan teknologi sangat penting untuk membangun peradaban yang kuat dan tangguh, sebagaimana halnya dahulu para khalifah mendorong kaum muslim untuk menciptakan teknologi guna mengembangkan dan memanfaatkan sumber daya yang ada. Begitu pula saat ini, umat muslim harus mampu bersaing, baik dari segi SDM maupun teknologi.

Jadi, pengunaan gawai dan teknologi-teknologi lain itu sah-sah saja, karena memang diciptakannya teknologi ialah untuk membantu kehidupan manusia. Sedangkan bagaimana pemanfaatan dan operasionalnya kembali lagi pada individu masing-masing. Apakah teknologi itu dimanfaatkan dengan baik, atau justru sebaliknya, dan membawa malapetaka bagi penggunanya.

Mari menjadi muslim yang cerdas dalam memanfaatkan teknologi. Manfaatkan teknologi untuk kebaikan, jangan sampai kita yang diperbudak oleh teknologi.

 

Semoga bermanfaat.

 

Sumber: solopeduli