Tingkatan-Tingkatan Manusia Di Padang Mahsyar

Tingkatan-Tingkatan Manusia Di Padang Mahsyar

August 10, 2018 0 By maya

Tingkatan-Tingkatan Manusia Di Padang Mahsyar – Dalam kitab Kasyf ‘Ilm al-Âkhirah, Abu Hamid menjelaskan mengenai tingkatan-tingkatan manusia di Padang Mahsyar sesuai dengan amal kejahatan mereka sewaktu di dunia. Abu Hamid menyebut, seperti orang yang tidak membayar zakat, pengkhianat, penipu, pezina dan lain sebagainya sebagaimana yang dijelaskan berikut ini.

Kondisi para penduduk Mahsyar itu di akhirat nanti disebutkan oleh Abu Hamid bahwa ada orang-orang yang kemaluannya membesar dan mengalirkan nanah hingga bau busuknya mengganggu para tetangga.

Ada pula orang-orang yang disalib di atas dahan-dahan api.

Ada pula orang yang lidahnya keluar, menjulur sampai ke dada dan sangat buruk.

Mereka yang disebutkan ini adalah para pelaku zina, sodomi, dan para pendusta.

Ada pula orang-orang yang perutnya membesar sebesar gunung.

Mereka adalah para pemakan riba dan setiap orang yang melakukan dosa yang nyata keburukannya.

Ada pula orang yang lidahnya keluar, menjulur sampai ke dada dan sangat buruk.

Mereka yang disebutkan ini adalah para pelaku zina, sodomi, dan para pendusta.

Ada pula orang-orang yang perutnya membesar sebesar gunung.

Mereka adalah para pemakan riba dan setiap orang yang melakukan dosa yang nyata keburukannya.

Di bagian akhir kitab ini, Abu Hamid menuturkan bahwa pada hari Kiamat nanti, para rasul berdiri di atas mimbar-mimbar sementara para nabi dan para ulama berdiri di atas mimbar-mimbar kecil.

Mimbar untuk setiap rasul itu sesuai dengan derajat rasul tersebut.

Sementara itu, para ulama ahli ibadah duduk di atas kursi-kursi dari cahaya.

Para syuhada dan orang-orang saleh, seperti ahli membaca Alquran dan muazin, duduk di atas bukit dari minyak misik.

Kelompok ahli ibadah yang duduk di atas kursi inilah yang meminta syafaat kepada Adam dan Nuh sampai berakhir pada Rasulullah.

Al-Faqih Abu Bakar ibn Barjân dalam kitab Al-Irsyâd menuturkan, “Allah memberikan ilham kepada para pemimpin Mahsyar—orang-orang yang memohonkan syafaat—dan melepaskan mereka dari apa yang mereka alami. Mereka adalah para pemimpin dari pengikut para rasul dan syafaat itu pun terjadi.”(Hadis Sahih)

Semoga bermanfaat.

Sumber: inspirasidata