Wanita Cantik Bermahkotakan Rasa Malu

Wanita Cantik Bermahkotakan Rasa Malu

September 8, 2018 0 By maya

Wanita Cantik Bermahkotakan Rasa Malu – Hiasilah dirimu dengan akhlak mulia, semangat dalam menuntut ilmu syar’i, dan selalu memperbaiki kualitas ibadahmu maka keistiqomahanmu akan bertambah kuat.

“Sebaik-baik perhiasan dunia yang paling baik adalah wanita sholihah.” (HR. Muslim)

Malu, dalam bahasa arab artinya haya’. Semakin kamu menjaga iffah dan izzah maka rasa malu itu akan tetap terjaga, terutama saat berhadapan dengan yang bukan mahrom.

Menjaga rasa malu yakni dengan tidak bertabarruj (berdandan) secara berlebihan dihadapan yang bukan mahrom. Jadilah Muslimah seperti mutiara dalam karang, semakin menjaga rasa malu, maka semakin cantik dan semoga Allah selalu menjaga kamu dalam keistiqomahan.

Dalam surat Al-ahzab ayat 59 dijelaskan tentang wajibnya menutup aurat bagi wanita muslimah. “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Surat An-nuur ayat 30-31 juga dijelaskan agar muslim dan meslimah saling menundukkan pandangan.

Jilbab artinya pakaian yang menutupi seluruh tubuh. Adapun syarat jilbab wanita muslimah diantaranya:
1. Pakaiannya harus longgar
2. Tidak membentuk lekuk tubuh
3. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
4. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
5. Tidak diberi wewangingan
6. Tidak untuk mencari popularitas
7. Tidak berpakaian dengan warna yang mencolok

Sering sekali para muslimah suka latah, dengan tren model busana muslim yang ada saat ini. Apalagi saat awal bulan, dapat rezeki lebih hasil bekerja(usaha) / kiriman uang saku dari orang tua. Belanja busana muslimah, dan akhirnya tiap bulan harus merogoh kocekan dalam dompet sehingga koleksi yang ada. Boleh saja belanja busana muslimah tiap bulan, asalkan pakaian yang lama dan masih layak bisa disedekahkan kepada muslimah lainnya yang membutuhkan. Hal ini agar tidak terjadi penambahan lemari. Karena yang akan menjadi pemberat amal kebaikan kita di akhirat busana muslimah yang kita sedekahkan, bukan yang menumpuk di lemari.

Di dalam surat Ibrahim ayat 7 dijelaskan tentang berayukur maka Allah akan menambahkan nilmat kepada kita, dan sebaliknya. “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”

Jadilah muslimah yang qona’ah (merasa cukup atas pemberian Allah)

Dalam Al-Quran surat Muhammad ayat 7 juga dijelaskan “Barang Siapa yang menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”

Sebaik-baik muslimah adalah yang setiap hari menjaga akhlaknya di dalam rumah.

Muslimah boleh berdakwah baik lisan, tulisan ataupun dengan akhlak mulia.

Bila muslimah mau keluar rumah hendaknya harus izin kepada mahromnya, bagi yang belum menikah izin ke orang tua dan yang sudah menikah izin ke suami.
Karena ridho Allah terletak pada ridho orang tua, ketika akad nikah, maka dosa dan pahala si mempelai wanita akan berpindah dari bapaknya ke suaminya. Makanya dalam hal ini beban yang dipikul sangat berat dan adanya linangan air mata.

Wanita mempunyai potensi yang dalam dirinya sangat banyak, bisa disebut sebagai multitalenta. Misalnya mulai dari masak, mencuci baju, piring, menyetrika, menyapu, ngurus anak , suami, menjahit, menteri keuangan, wirausaha dan lain-lain di rumah. Masya Allah, begitu mulianya Allah ciptakan Wanita walau hanya dari tulang rusuk yang bengkok, tapi Muslimah adalah calon ibu, madrasah pertama dalam keluarga untuk buah hatinya.

Melihat fenomena zaman sekarang, banyak sekali orang tua yang hanya memberikan materi saja, tanpa adanya pengawasan terhadap anak-anaknya. Akhirnya banyak anak-anak bergaul di lingkungan yang kurang baik, sehingga akhlaknya buruk.

Ketika anak beranjak dewasa, orang tua disamping mendidik juga menjadi tempat curhat mereka, karena kalau bukan kita siapa lagi yang dekat dengan mereka.

Ilmu agama harus ditanamkan kepada anak-anak sejak kecil, agar kelak bisa menjadi generasi yang sholih/ sholihah.

Dalam hadist Rasulullah sallahu’alaihi wassalam dijelaskan ada 7 golongan yang akan dinaungi oleh Allah yang tidak ada naungan kecuali naungan dari-Nya.
1. Pemimpin yang adil
2. Pemuda yang hatinya terikat dengan masjid
3.Orang yang senantiasa beribadah kepada Allah
4. Orang yang bersedekah sehingga tangan kirinya tidak mengentahui apa yang dilakukan oleh tangan kanannya.
5. Dua orang yang saling mencintai karena Allah baik diwaktu berkumpul maupun berpisah
6. Seorang laki-laki yang diajak berzinah oleh seorang wanita bangsawan yang cantik, maka laki-laki itu berkata “aku takut kepada Allah”.
7. Orang yang berdzikir kepada Allah di sepertiga malam terakhir dengan berlinang air mata

(HR. Bukhari-Muslim)

Sumber:muslimplus